Sewa mobil murah Bali / rent car murah Bali,
charter mobil murah Bali, rent car self drive atau dengan pengemudi pariwsata
di Bali, jasa sewa mobil / car rental murah di Bali, tersedia Suzuki APV, Toyota
Avanza, Daihatsu Xenia, Toyota Kijang, Toyota Innoa, Mini Bus, Suzuki Karimun,
Toyota Alphard. Charter mobil murah di Bali sudah termasuk BBM dan pengemudi
pariwsata. Pesan hotel murah di kuta, sanur, legian, jimbaran, nusa dua, beli
voucher bali watersport, parasailing, tour ke pulau penyu, rafting, adventure
di Bali harga murah.
Bali
Paket Tour
Tidak cukup untuk
mengenal, tahu dan akhirnya jatuh cinta dengan Pulau Bali berikut
budaya, tradisi dan keramah tamahan penduduknya hanya tinggal
di dalam hotel saja. Kami menawarkan porgram tour di Bali, yang
memberikan dan menunjukkan kehidupan sehari-hari masyarakat Bali
secara real, langsung berinteraksi dengan masyarakat apa aktivitasnya
sehari-hari mereka. Silahkan pilih program kami sesuai budget
Anda
Untuk mendapatkan
harga SPECIAL GROUP
silahkan hubungi
kami
Silahkan
simak informasi seputar Pulau Bali dalam beberapa artikel,
Anda akan mengenal Bali lebih dekat, akan jatuh cinta
sama Pulau Bali dan akhirnya mari kita sama-sama menjaga
Bali biar tetap aman damai dan tetap menjadi pilihan sebagai
tempat untuk berlibur. Tentunya kami mengharapkan kunjungan
liburan Anda ke Bali, pulau yang kami cintai.
Dapatkan bingkisan oleh-oleh khas Bali berupa Kacang
Disco setiap sewa mobil charter di Surga
Bali.Biz periode liburan Juni, Juli,Agustus 2010 minimum 2 hari. Kacang
Disco, oleh-oleh khas Bali rasanya gurih, nikmat dan bikin lidah bergoyang,
cocok dinikmati saat santai atau relax. Sewa Mobil (Suzuki APV / Avanza New) 10 jam hanya Rp.400.000 sudah termasuk pengemudi pariwisata dan
BBM.
Sewa mobil Karimun Estilo murah di Bali dengan harga promo Rp.240.000 / 10 jam.
Harga sewa mobil sudah termasuk mobil + driver tanpa BBM, buruan pesan
Harga promo sewa mobil ini memang jujur dan
murah, dikemudikan oleh pengemudi pariwisata/guide. Hubungi Hotline : 0361 9191543 SMS: 0852 3703 1956
Sesajen Bali
Para penghuni Bali yang tidak tampak – dewa, roh para leluhur,
dan roh-roh jahat – diperlakukan oleh penduduk Bali sebagai
tamu kehormatan dengan persembahan sesajen (banten) dalam berbagai
bentuk, warna dan isi. Pemberian ini adalah pemberian terbaik
– sebagai pernyataan terima kasih kepada para dewa, dan
membujuk roh-roh jahat agar tidak mengganggu keharmonisan kehidupan.
Sesajen sederhana dipersembahkan setiap hari, sedangkan sesajen
istimewa dipersiapkan untuk acara-acara keagamaaan tertentu. Sebagai
contoh, setelah makanan harian dipersiapkan, sedikit bagian dari
makanan tersebut disisihkan untuk para dewa penghuni rumah sebelum
keluarga mengkonsumsi makanan tersebut. Selain itu, para dewa
juga disajikan canang kecil – tray daun kelapa yang diisi
berbagai jenis bunga dan sirih sebagai simbol keramah-tamahan.
Sebagai persembahan yang diberikan untuk roh yang lebih tinggi,
banten ini harus diatur sedemikian rupa agar menarik, dan tentunya
hal ini membutuhkan pengorbanan waktu dan tenaga yang cukup besar.
Daun-daun dipotong dan dirangkai sedemikian rupa menjadi bentuk-bentuk
yang menarik (jejaitan). Berbagai jajan dibentuk menjadi lempengan
tipis dan bahkan menjadi bahan dominan banten yang memiliki arti
simbolis yang kuat selain fungsi dekoratifnya. Oleh karena itu
dapat dikatakan bahwa persiapan banten merupakan bagian dari bentuk
seni tradisi yang penting yang masih berlaku di Bali.
Bahan-Bahan Sesajen
Dan Persiapan Pembuatan>
Meskipun hanya sedikit
materi tahan lama yang dipergunakan, seperti uang logam, kain dan
masker kayu tertentu, banten biasanya dibuat dari bahan-bahan yang
mudah rusah, materi organic. Bukan hanya bahannya, tetapi fungsi
dari objek-objek ini bersifat sementara. Setelah dipersembahkan
kepada dewa, sebuah banten/sesajen tidak dapat digunakan lagi dan
banten/sesajen yang serupa harus dipersiapkan setiap hari.
Persiapan banten merupakan salah satu tugas yang
dilakukan oleh kaum wanita Bali. Dalam rumah tanggan, kaum wanita
dari beberapa generasi bekerja bersama, dan dengan cara ini, ketrampilan
mereka diwariskan turun temurun ke generasi muda. Dalam hal-hal
tertentu, kaum pria juga memberikan konntribusi, karena penyembelihan
hewan dan persiapan sebagian besar banten dengan daging binatang
merupakan tugas kaum pria.
Bahkan banyak wanita Bali yang hidup dengan penghasilan
yang diperoleh sebagai tukang banten. Tugas utama mereka adalah
mengarahkan masyarakat dalam jumlah besar yang secara bersama-sama
mempersiapkan banten untuk acara-acara besar di rumah atau di
pura. Mereka mampu mengkoordinasi pekerjaan ini karena mereka
tahu jenis dan bahan-bahan yang diperlukan untuk sesajen untuk
acara yang berbeda-beda.
Dengan semakin banyaknya kaum wanita Bali
yang bekerja diluar rumah, di kantor-kantor atau hotel, waktu
merekapun semakin berkurang untuk persiapan sesajian mereka sendiri.
Kondisi inilah yang memacu tingginya permintaan sesajen yang siap
dipersembahkan yang dihasilkan oleh tukang-tukang banten (orang
yang ahli dalam buat sesajen) dirumah mereka dengan bantuan wanita-wanita
lain yang mereka pekerjakan. Meskipun terdapat unsur komersil
dalam persiapan banten, hal ini tidak mengurangi arti dan fungsi
upacara bantenan di Bali.
Sesajen
Upacara
Untuk setiap
upacara yang dilakukan, diperlukan sesajen yang beraneka ragam dan
dalam jumlah besar. Terdapat ratusan jenis sesajen – nama,
bentuk, ukuran dan bahan yang digunakan begitu beraneka ragam. Selain
itu, terdapat juga perbedaan antara sesajen yang dipersembahkan
oleh satu daerah dan daerah lain, dan bahkan dari satu desa ke desa
lain. Tetapi bentuk dasar dari sesajen itu sendiri tidak jauh berbeda.
Nasi, buah-buahan, kue, daging dan sayuran ditata sedemikian rupa
dalam wadah yang dialas dengan daun kelapa dan dihiasi dengan dekorasi
dari daun kelapa, yang disebut sampian, yang juga berfungsi sebagai
wadah tempat sirih dan kembang.
Bantenan tertentu digunakan pada banyak upacara
umum, sementara bantenan khusus digunakan untuk upacara-upacara
khusus. Tatanan sesajen dasar membentuk kelompok-kelompok (soroh)
mengelilingi bantenan inti, dan karena upacara dapat dilakukan
dengan tingkat elaborasi yang berbeda-beda, tergantung tujuan
upacara tersebut, arti dan status sosial dari para pesertanya,
maka ukuran dan isi dari kelompok-kelompok sesajen ini juga berbeda
berdasarkan elaborasi dari upacara tersebut.
Ukuran sesajen dapat diperbesar atau diperkecil
agar sesuai dengan situasi upacara. Misalnya, bantenan pula gembal
biasa berisi, antara lain, berlusin-lusin adonan beras yang disajikan
dalam wadah daun kelapa. Pada upacara yang lebih tinggi, sesajen
ini dibuat menjadi tatanan menara kue berwarna-warni dalam bentuk
yang spektakuler, yang tingginya dapat mencapai beberapa meter.
Selain sesajen masal yang dikaitkan dengan upacara
tertentu, setiap keluarga membawa sesajen mereka sendiri dalam
ukuran besar dan berwarna-warni pada festival pura. Barisan dan
kelompok wanita yang beramai-ramai membawa sesajen mereka menuju
pura menghasilkan satu pemandangan yang spektakuler.
Di Pura, sesajen ini diletakkan ditempat yang
sesuai dengan tujuan dan fungsinya. Sesajen untuk para dewa dan
roh para leluhur diletakkan di altar yang tinggi, sedangkan sesajen
untuk roh-roh jahat diletakkan dibagian dasar. Perbedaan yang
penting disini adalah sesajen yang diberikan untuk para roh jahat
dapat berisi daging mentah, sementara sesajen untuk para dewa
dan roh para leluhur bisa tidak berisi daging mentah. Sesajen
khusus yang menjadi persyaratan suatu upacara diletakkan pada
sebuah pavilion atau podium temporer.
Pada saat upacara
dilakukan, seorang pendeta akan menyucikan sesajen yang ada dengan
memercikkan air suci dan membacakan doa atau mantra. Asap dupa
mengantar inti persembahan tersebut ke tujuannya masing-masing.
Persembahan sesajen harian dirumah juga dilakukan dengan cara
yang sama, yaitu dengan menggunakan air suci dan api. Setelah
upacara selesai, dan “inti” dari sesajen ini telah
terbakar, sesajen ini dapat dibawa pulang kerumah dan dikonsumsi
oleh mereka yang melakukan penyembahan.
Simbolisme
Elemen-elemen
yang memungkinkan terjadinya kehidupan didunia ditransformasikan
dalam bentuk bantenan dimana dengan demikian elemen-elemen tersebut
dikembalikan sebagai persembahan kepada Pencipta asalnya. Tetapi
sebuah sesajen tidak hanya terdiri dari berbagai jenis buah di bumi,
tetapi juga refleksi dari struktur intinya – motif-motif yang
dekoratif seringkali merupakan symbol dari berbagai unsur dan elemen
alam Bali.
Warna dan jumlah bunga dan bahan-bahan
lain, misalnya, mengacu pada para dewa yang menjaga arah mata angin.
Sirih yang diletakkan diatas setiap sesajen merupakan symbol Triniti
Hindu, begitu juga tiga warna dasar yang digunakan – warna
merah merupakan symbol Brahma, hitam untuk Wisnu, dan warna putih
untuk Siwa.
Bentuk kerucut, baik dari sesajen
itu secara keseluruhan atau bentuk nasi yang dimasukkan dalam sesajen
tersebut, merupakan model dari gunung yang garis dasarnya terhubung
dengan alam dunia bawah tanah, dunia bagian tengah dan dunia bagian
atas – simbol dari keseluruhan ruang dan sumber kehidupan
di bumi. Kue-kue yang terbuat dari adonan beras merupakan simbol
dari isi bumi; tumbuhan, hewan, manusia, bangunan atau bahkan pemandangan
dari sebuah pasar atau kebun kecil. Pasangan dari kue-kue tersebut,
seperti misalnya matahari dan bulan, gunung dan lautan, bumi dan
langit, merupakan simbol tatanan ganda universal dimana elemen-elemen
yang saling mengisi tidak dapat berdiri sendiri. Penyatuan pria
dan wanita, yang dibutuhkan untuk kelanjutan kehidupan, dalam banyak
cara, dinyatakan dalam komposisi isi sesajenan. Penciptakan kembali
jagat raya melalui seni dan media sesajenan, diharapkan menjadi
jaminan kelanjutan kehidupan di bumi.
Daftar Sewa Mobil
Surga Bali Rent Car
Suzuki
Jimny sewa self drive Rp.115.000/24 jam
---------------------------------
Suzuki
Karimun sewa self drive Rp.165.000/24 jam
---------------------------------
Honda Jazz Autamatic A/T sewa mobil self drive
Rp.300.000/24 jam
---------------------------------
Suzuki Swift sewa mobil self drive
Rp.300.000/24 jam
-----------------------------------
Suzuki APV sewa self drive Rp.230.000/24 jam
sewa mobil + bbm + sopir = Rp.400.000/10 jam
---------------------------------
Toyota
Avanza sewa self drive Rp.220.000/24 jam
sewa mobil + bbm + sopir = Rp.400.000/10 jam
---------------------------------
Toyota
Kijang LGX sewa self drive Rp.250.000/24 jam
sewa mobil + bbm + sopir = Rp.500.000/10 jam
---------------------------------
Toyota
Innova sewa self drive Rp.350.000/24 jam
sewa mobil + bbm + sopir = Rp.600.000/10 jam
---------------------------------
Toyota
Alphard sewa mobil + bbm + sopir = Rp.1.450.000/10 jam
---------------------------------
Toyota
All New Camry sewa mobil + bbm + sopir = Rp.1.450.000/10 jam
---------------------------------
Isuzu
ELF sewa mobil + bbm + sopir
= Rp.600.000/10 jam
Transfer area :
Kuta, Legian, Seminyak, Nusa
Dua, Jimbaran,
Sanur. Harga sudah termasuk mobil,
pengemudi, BBM, tidak termasuk parkir, tiket masuk dan retribusi
daerah lainnya. Harga tidak termasuk travel insurance.