Team dan Manajemen Surga Bali.Biz mengucapkan Selamat Menyambut Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir batin buat customer yang merayakan semoga damai dan sejahtera selalu. Semoga kerjasama kita bisa selalu ditingkatkan dan serasi.

Promo Bali Sewa Mobil Murah Bulan Ini

Daftar Sewa Mobil Charter Promo
Suzuki Estilo hanya Rp.375.000 per hari durasi 10 jam
Suzuki Splash hanya Rp.400.000 per hari durasi 10 jam
Toyota Avanza / Suzuki APV hanya Rp.400.000 per hari durasi 10 jam
Toyota All New Innova Rp.600.000 per hari durasi 10 jam
Isuzu ELF Microbus Pariwisata 12 seats hanya Rp.600.000 per hari durasi 10 jam
Harga sudah termasuk sopir dan BBM. Harga berlaku untuk area start dan finish point Denpasar Airport, Kuta, Sanur, Legian, Seminyak, Nusa Dua, Jimbaran, Denpasar.
Telaga Waja Rafting hanya Rp.325.000 per orang WNI sudah termasuk makan,antar jemput, asuransi kecelakaan diri, minimum pemesanan 2 orang.
Tiket Masuk Waterbom Kuta harga mulai Rp.235.000 per orang, minimum 2 orang
Tiket Bounty Cruise wisata cruise ke Nusa Lembongan hanya Rp.650.000 per orang
Info lebih lanjut telp 085237031956, whatsapp: 62 8573 8573 210 Fax: 0361 726135

Sejarah Bali

Berakhirnya zaman Prasejarah

Berakhirnya zaman prasejarah di Indonesia ditandai dengan datangnya bangsa dan pengaruh Hindu. Pada abad-abad pertama Masehi sampai dengan lebih kurang tahun 1500, yakni dengan lenyapnya kerajaan Majapahit merupakan masa-masa pengaruh Hindu. Dengan adanya pengaruh-pengaruh dari India itu berakhirlah zaman prasejarah Indonesia karena didapatkannya keterangan tertulis yang memasukkan bangsa Indonesia ke dalam zaman sejarah. Berdasarkan keterangan-keterangan yang ditemukan pada prasasti abad ke-8 Masehi dapatlah dikatakan bahwa periode sejarah Bali Kuno meliputi kurun waktu antara abad ke-8 Masehi sampai dengan abad ke-14 Masehi dengan datangnya ekspedisi Mahapatih Gajah Mada dari Majapahit yang dapat mengalahkan Bali. Nama Balidwipa tidaklah merupakan nama baru, namun telah ada sejak zaman dahulu. Hal ini dapat diketahui dari beberapa prasasti, di antaranya dari prasasti Blanjong yang dikeluarkan oleh Sri Kesari Warmadewa pada tahun 913 Masehi yang menyebutkan kata "Walidwipa". Demikian pula dari prasasti-prasasti Raja Jayapangus, seperti prasasti Buwahan D dan prasasti Cempaga A yang berangka tahun 1181 Masehi.
Di antara raja-raja Bali, yang banyak meninggalkan keterangan tertulis yang juga menyinggung gambaran tentang susunan pemerintahan pada masa itu adalah Udayana, Jayapangus , Jayasakti, dan Anak Wungsu.

Dalam mengendalikan pemerintahan, raja dibantu oleh suatu Badan Penasihat Pusat. Dalam prasasti tertua 882 Masehi–-914 Masehi badan ini disebut dengan istilah "panglapuan". Sejak zaman Udayana, Badan Penasihat Pusat disebut dengan istilah "pakiran-kiran i jro makabaihan". Badan ini beranggotakan beberapa orang senapati dan pendeta Siwa dan Budha.

Seni, Agama, dan Kepercayaan.

Di dalam prasasti-prasasti sebelum Raja Anak Wungsu disebut-sebut beberapa jenis seni yang ada pada waktu itu. Akan tetapi, baru pada zaman Raja Anak Wungsu, kita dapat membedakan jenis seni menjadi dua kelompok yang besar, yaitu seni keraton dan seni rakyat. Tentu saja istilah seni keraton ini tidak berarti bahwa seni itu tertutup sama sekali bagi rakyat. Kadang-kadang seni ini dipertunjukkan kepada masyarakat di desa-desa atau dengan kata lain seni keraton ini bukanlah monopoli raja-raja.

Dalam bidang agama, pengaruh zaman prasejarah, terutama dari zaman megalitikum masih terasa kuat. Kepercayaan pada zaman itu dititikberatkan kepada pemujaan roh nenek moyang yang disimboliskan dalam wujud bangunan pemujaan yang disebut teras piramid atau bangunan berundak-undak. Kadang-kadang di atas bangunan ditempatkan menhir, yaitu tiang batu monolit sebagai simbol roh nenek moyang mereka. Pada zaman Hindu hal ini terlihat pada bangunan pura yang mirip dengan pundan berundak-undak. Kepercayaan pada dewa-dewa gunung, laut, dan lainnya yang berasal dari zaman sebelum masuknya Hindu tetap tercermin dalam kehidupan masyarakat pada zaman setelah masuknya agama Hindu. Pada masa permulaan hingga masa pemerintahan Raja Sri Wijaya Mahadewi tidak diketahui dengan pasti agama yang dianut pada masa itu. Hanya dapat diketahui dari nama-nama biksu yang memakai unsur nama Siwa, sebagai contoh biksu Piwakangsita Siwa, biksu Siwanirmala, dan biksu Siwaprajna. Berdasarkan hal ini, kemungkinan agama yang berkembang pada saat itu adalah agama Siwa. Baru pada masa pemerintahan Raja Udayana dan permaisurinya, ada dua aliran agama besar yang dipeluk oleh penduduk, yaitu agama Siwa dan agama Budha. Keterangan ini diperoleh dari prasasti-prasastinya yang menyebutkan adanya mpungku Sewasogata (Siwa-Budha) sebagai pembantu raja.

Masa 1343 - 1846

Masa ini dimulai dengan kedatangan ekspedisi Gajah Mada pada tahun 1343. Secara detail masa ini dapat diuraikan sebagai berikut:

Kedatangan Ekspedisi Gajah Mada. Ekspedisi Gajah Mada ke Bali dilakukan pada saat Bali diperintah oleh kerajaan Bedahulu dengan Raja Astasura Ratna Bumi Banten dan Patih Kebo Iwo. Dengan terlebih dahulu membunuh Kebo Iwa, Gajah Mada memimpin ekspedisi bersama Panglima Arya Damar dengan dibantu oleh beberapa orang Arya. Penyerangan ini mengakibatkan terjadinya pertempuran antara pasukan Gajah Mada dengan kerajaan Bedahulu. Pertempuran ini mengakibatkan raja Bedahulu dan putranya wafat. Setelah Pasunggrigis menyerah terjadi kekosongan pemerintahan di Bali. Untuk itu, Majapahit menunjuk Sri Kresna Kepakisan untuk memimpin pemerintahan di Bali dengan pertimbangan bahwa Sri Kresna Kepakisan memiliki hubungan darah dengan penduduk Bali Aga.

Zaman Kerajaan Gelgel. Karena ketidakcakapan Raden Agra Samprangan menjadi raja, Raden Samprangan digantikan oleh Dalem Ketut Ngulesir. Oleh Dalem Ketut Ngulesir, pusat pemerintahan dipindahkan ke Gelgel. Pada saat inilah dimulai zaman Gelgel dan Raja Dalem Ketut Ngulesir merupakan raja pertama. Raja yang kedua adalah Dalem Watu Renggong (1460--1550). Dalem Watu Renggong menaiki singgasana dengan warisan kerajaan yang stabil sehingga beliau dapat mengembangkan kecakapan dan kewibawaannya untuk memakmurkan kerajaan Gelgel. Di bawah pemerintahan Watu Renggong, Bali (Gelgel) mencapai puncak kejayaannya. Setelah Dalem Watu Renggong wafat beliau digantikan oleh Dalem Bekung (1550--1580), sedangkan raja terakhir dari zaman Gelgel adalah Dalem Di Made (1605--1686).

Zaman Kerajaan Klungkung.
Kerajaan Klungkung sebenarnya merupakan kelanjutan dari Dinasti Gelgel. Pemberontakan I Gusti Agung Maruti ternyata telah mengakhiri periode Gelgel. Hal itu terjadi karena setelah putra Dalem Di Made dewasa dan dapat mengalahkan I Gusti Agung Maruti, istana Gelgel tidak dipulihkan kembali. Gusti Agung Jambe sebagai putra yang berhak atas takhta kerajaan, ternyata tidak mau bertakhta di Gelgel, tetapi memilih tempat baru sebagai pusat pemerintahan, yaitu bekas tempat persembunyiannya, yaitu Semarapura. Dengan demikian, Dewa Agung Jambe (1710--1775) merupakan raja pertama zaman Klungkung. Raja kedua adalah Dewa Agung Di Made I, sedangkan raja Klungkung yang terakhir adalah Dewa Agung Di Made II. Pada zaman Klungkung ini wilayah kerajaan terbelah menjadi kerajaan-kerajaan kecil. Kerajaan-kerajaan kecil ini selanjutnya menjadi Swapraja (berjumlah delapan buah) yang pada zaman kemerdekaan dikenal sebagai kabupaten.

"Terbentuknya Puri Sebagai Pusat Kekuasaan" klik di sini

Masa 1846 - 1949

1. Perlawanan Terhadap Orang-Orang Belanda

Masa ini merupakan masa perlawanan terhadap kedatangan bangsa Belanda di Bali. Perlawanan-perlawanan ini ditandai dengan meletusnya berbagai perang di wilayah Bali. Perlawanan-perlawanan tersebut dapat diuraikan sebagai berikut :
1. Perang Buleleng (1846)
2. Perang Jagaraga (1848--1849)
3. Perang Kusamba (1849)
4. Perang Banjar (1868)
5. Puputan Badung (1906)
6. Puputan Klungkung (1908)
Dengan kemenangan Belanda dalam seluruh perang dan jatuhnya kerajaan Klungkung ke tangan Belanda, berarti secara keseluruhan Bali telah jatuh ke tangan Belanda.

2. Zaman Penjajahan Belanda

Sejak kerajaan Buleleng jatuh ke tangan Belanda mulailah pemerintah Belanda ikut campur mengurus soal pemerintahan di Bali. Hal ini dilaksanakan dengan mengubah nama raja sebagai penguasa daerah dengan nama regent untuk daerah Buleleng dan Jembrana serta menempatkan P.L. Van Bloemen Waanders sebagai controleur yang pertama di Bali.
Struktur pemerintahan di Bali masih berakar pada struktur pemerintahan tradisional, yaitu tetap mengaktifkan kepemimpinan tradisional dalam melaksanakan pemerintahan di daerah-daerah. Untuk di daerah Bali, kedudukan raja merupakan pemegang kekuasaan tertinggi, yang pada waktu pemerintahan kolonial didampingi oleh seorang controleur. Di dalam bidang pertanggungjawaban, raja langsung bertanggung jawab kepada Residen Bali dan Lombok yang berkedudukan di Singaraja, sedangkan untuk Bali Selatan, raja-rajanya betanggung jawab kepada Asisten Residen yang berkedudukan di Denpasar.
Untuk memenuhi kebutuhan tenaga administrasi, pemerintah Belanda telah membuka sebuah sekolah rendah yang pertama di Bali, yakni di Singaraja (1875) yang dikenal dengan nama Tweede Klasse School. Pada tahun 1913 dibuka sebuah sekolah dengan nama Erste Inlandsche School dan kemudian disusul dengan sebuah sekolah Belanda dengan nama Hollands Inlandshe School (HIS) yang muridnya kebanyakan berasal dari anak-anak bangsawan dan golongan kaya.

3. Lahirnya Organisasi Pergerakan

Akibat pengaruh pendidikan yang didapat, para pemuda pelajar dan beberapa orang yang telah mendapatkan pekerjaan di kota Singaraja berinisiatif untuk mendirikan sebuah perkumpulan dengan nama "Suita Gama Tirta" yang bertujuan untuk memajukan masyarakat Bali dalam dunia ilmu pengetahuan melalui ajaran agama. Sayang perkumpulan ini tidak berumur panjang. Kemudian beberapa guru yang masih haus dengan pendidikan agama mendirikan sebuah perkumpulan yang diberi nama "Shanti" pada tahun 1923. Perkumpulan ini memiliki sebuah majalah yang bernama "Shanti Adnyana" yang kemudian berubah menjadi "Bali Adnyana".
Pada tahun 1925 di Singaraja juga didirikan sebuah perkumpulan yang diberi nama "Suryakanta" dan memiliki sebuah majalah yang diberi nama "Suryakanta". Seperti perkumpulan Shanti, Suryakanta menginginkan agar masyarakat Bali mengalami kemajuan dalam bidang pengetahuan dan menghapuskan adat istiadat yang sudah tidak sesuai dengan perkembangan zaman. Sementara itu, di Karangasem lahir suatu perhimpunan yang bernama "Satya Samudaya Baudanda Bali Lombok" yang anggotanya terdiri atas pegawai negeri dan masyarakat umum dengan tujuan menyimpan dan mengumpulkan uang untuk kepentingan studie fons.

4. Zaman Pendudukan Jepang

Setelah melalui beberapa pertempuran, tentara Jepang mendarat di Pantai Sanur pada 18 dan 19 Februari 1942. Dari arah Sanur ini tentara Jepang memasuki kota Denpasar dengan tidak mengalami perlawanan apa-apa. Kemudian, dari Denpasar inilah Jepang menguasai seluruh Bali. Mula-mula yang meletakkan dasar kekuasaan Jepang di Bali adalah pasukan Angkatan Darat Jepang (Rikugun). Kemudian, ketika suasana sudah stabil penguasaan pemerintahan diserahkan kepada pemerintahan sipil.
Karena selama pendudukan Jepang suasana berada dalam keadaan perang, seluruh kegiatan diarahkan pada kebutuhan perang. Para pemuda dididik untuk menjadi tentara Pembela Tanah Air (PETA). Untuk daerah Bali, PETA dibentuk pada Januari 1944 yang program dan syarat-syarat pendidikannya disesuaikan dengan PETA di Jawa.

Mobil Sewa Murah

Tempat Tamasya Menarik Di Bali

Kenapa Anda memilih Surga Bali.Biz sebagai partner liburan di Bali?

Ya, inilah pertanyaan yang mesti ada di hati Anda sebelum memilih untuk menikmati layanan sewa mobil kami. Berbagai kelebihan yang dapat kami tawarkan dibandingkan dengan jasa sewa mobil yang banyak bertebaran di Bali:

  • Telah memiliki pengalaman dan dedikasi di dunia pariwisata Bali.
  • Harga kompetitif dan lebih murah dengan pelayanan yang memuaskan
  • Team work Bali tour guide, driver pariwisata yang telah berpengalaman.
  • Ketersediaan jenis mobil wisata yang bervariatif dari mobil stardard rent car sampai limousine.
  • Anda pasti mendapatkan senyum karena kami melayani customer dengan hati.
  • Lokasi sewa mobil kami dekat obyek wisata sepeti airport, Kuta, Sanur, Legian, Seminyak, Denpasar dapat ditempuh dalam waktu singkat.
Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi Surga Bali.Biz
Hotline Tsel 0852 3703 1956
Handphone Indosat: 08573 8573 210
Fax: 0361 726135
Alamat Jl.Pesonaku No.5, Denpasar Selatan, Denpasar, Bali
Surga Bali.Biz dioperasikan oleh Surga Bali Tour & Sewa Mobil

Pernak Pernik Berita Tentang Bali

Harga Mitsubishi Expander OTR Bali
Indonesia yang memiliki jumlah penduduk yang banyak serta luas Negara yang besar memiliki peluang yang besar bagi bisnis mobil. Lagipula Indonesia termasuk Negara yang sedang berkembang dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang baik. Mungkin hal ini...
Mau Kemana Liburan Sekolan dan Lebaran
Bulan Juni Juli Agustus sangatlah menyenangkan bagi para sebagian siswa atau mahasiswa karena di bulan ini mereka bisa menikmati liburan sekolah kurang lebih satu bulan. Tentu asyiiik dan perasaan plong, bebas sementara waktu dari rutinitas...
Obyek Wisata Dipadati Pengunjung
Panen kunjungan melanda kawasan obyek wisata di Bali. Maklum, libur paska Hari Raya Galungan selalu dimanfaatkan oleh keluarga untuk berwisata. Keramaian nampak di beberapa obyek wisata, salah satunya Taman Burung yang berlokasi di Desa Singapadu,...
Bandara Ngurah Rai Bali Normal Lagi
Penutupan parsial Bandara Ngurah Rai Bali selata KTT APEC selesai hari ini. Pada penutupan hari terakhir 9 Oktober 2013, penutupan dimulai pada pukul 07:00 wita sampai 13:00 wita. Setelahnya, jadwal penerbangan di Bandara Ngurah Rai...
Tips Liburan Yang Patut Dibaca
Perjalan liburan tentu sudah Anda rencanakan jauh-jauh hari. Persiapkanlah segalla keperluan liburan anda dengan baik jangan sampai kesalahan kecil membuat liburan anda berantakan. Berikut lima kesalahan populer saat traveling yang harus Anda hindari:
  • Tidak...

Klik di sini untuk membaca kumpulan artikel wisata bali