Di jaman dahulu pantai Kuta merupakan pelabuhan dagang yang memanfaatkan
sungai "Tukad Mati" untuk bisa masuk ke pedalaman Kuta.
Mad Lange seorang pedagang Denmark abad ke-19 mendirikan markas
dagangnya di pingiran sungai tersebut. Selama tinggal di Bali,
dia sering menjadi perantara antara raja-raja Bali dengan pihak
Belanda.
Segera setelah Hugh Mahbett menerbitkan bukunya dengan Judul
"Pujian untuk Kuta" yg menawarkan kepada masyarakat
setempat untuk mempersiapkan fasilitas kepariwisataan Kuta mulai
dikenal. Kini setiap keluarga memperbanyak jumlah kamarnya untuk
penginapan wisatawan, demikian juga warung makan, restoran, diskotik,
toko-toko dan lainnya tumbuh dengan cepatnya. Arus kunjungan wisatawan
dari hari ke hari terus meningkat yang sekaligus mengundang penduduk
luar daerah datang ke Bali ikut membangun fasilitas pariwisata.
Pantai
Kuta yang lebar, berpasir putih bersih merupakan daya tarik tersendiri
bagi wisatawan, sehingga ada ucapan, datang ke Bali tanpa mengunjungi
Kuta belumlah lengkap.
Di kala senja di saat Surya mulai terbenam, Kuta menyajikan pemandangan
yg sangat indah dan romantis. Sambil menikmati hembusan udara
sejuk menyegarkan, Kuta sering dipakai tempat berolah raga sore
yang mengasyikkan. Pada tahun 1930, Kokes mempromosikan Bali sekaligus
Kuta, serta memberikan inspirasi pembangunan Hotel berarsitektur
Kotij (cottage).Kuta saat ini merupakan surga bagi peselancar
kelas dunia karena ombaknya yang bagus untuk bermain surfing.
Kini Kuta telah mampu menjadi pusat pariwisata Bali, karena telah
dapat menyediakan fasilitas lengkap sesuai kebutuhan wisatawan
seperti berbagai penginapan dan hotel, pusat-pusat perbelanjaan,
tempat rekreasi, kehidupan malam begitu semarak, sarana dan fasilitas
olahraga seperti Bungy jumping, water boom dan lain sebagainya.
Salah
satu obyek wisata
baru di Kuta adalah Monumen yang dibangun terkait dengan tragedi
bom Kuta 12 Oktober 2002 yang meletus di dekat Sari Club dan Paddy's
Cafe di jalan Legian dengan menelan korban meninggal 202 orang.
Semua korban telah diabadikan namanya beserta bendera negaranya
di Monumen yang sampai saat ini belum mempunyai nama.