|
Kerta Gosa terletak di tengah kota Kabupaten
Klungkung, kira-kira 40 km ke arah timur dari Denpasar
dan dapat ditempuh dengan kendaraan bermotor sekitar 45 menit
melalui Jl.Prof.Dr.Ida Bagus Mantra.
Kerta Gosa berarti tempat permbahasan segala sesuatu yang bertalian
dengan situasi keamanan, kemakmuran serta keadilan wilayah kerajaan
Bali. Siapa yang mempunyai ide serta pendiri dari pada Kertha
Gosa tidaklah jelas. Namun menurut Chandra Sengkala yang terpahat
pintu utama Puri Kertha Gosa sudah ada pada tahun Caka Cakra YuyuPaksi-paksi
yang masing-masing bernilai 1,6,2,2. Jadi tahun 1622 Caka atau
1700 Masehi ketika I Dewa Agung Jambe sedang memerintah Klungkung
Semasa kerajaan, balai Kertha Gosa ini setiap tahun sekali tiap-tiap
hari Purnama Kapat adalah sebagai tempat sidangnya raja-raja bawahan
di seluruh Bali. Di sinilah Raja tertinggi memberikan pengarahan
serta keputusan-keputusannya berdasarkan pertimbangan keadaan
dan kebutuhan. Setiap bulan setiap hari Budha (Rabu) Kliwon, Raja
mengadakan rapat dengan para pembantu setempat di lingkungan Klungkung
guna keperluan serupa. Selain dari pada tersebut diatas setiap
harinya balai ini digunakan sebagai tempat bersantap bagi para
pendeta istana dan para pendeta lainnya yang pada saat itu sedang
menghadap raja. Demikian juga datangnya bangsawan asing seperti
Belanda, Inggris, Portugis dan Cina.
Setelah keraton jatuh akibat perang Puputan melawan Belanda pada
tanggal 28 April 1908, maka fungsi dan kegunaan balai ini menjadi
lain. Sejak saat itulah hingga berakhirnya pemerintahan Belanda,
balai Kertha Gosa menjadi balai pengadilan adat, dimana setiap
orang yang memiliki perkara apappun bentuknya yang menyangkut
pertikaian berkenaan dengan adat dan agama disidangkan dan diputuskan
di sini
Pada balai ini terdapat sebuah meja berukir keemasan dan enam
buah kursi. Pada kursi yang lengannya bertanda singa adalah tempat
duduknya raja yang bertindak selaku hakim ketua. Kursi yang berlengan
lembu, adalah tempat duduknya pendeta sebagai ahli hukum serta
penasehat raja didalam mengambil keputusan. Dan kursi yang melambangkan
naga adalah tempat duduknya para kanca sebagai panitera sedangkan
orang-orang yang hendak diadili baik sebagai tergugat maupun penggugat
duduk di lantai bersila dalam laku dan sikap yang santun.
Di samping raja, kontrolir (pejabat tinggi setempat pemerintahan
Belanda) kadang-kadang ikut serta juga hadir dalam persidangan
tersebut sebagai orang yang paling menentukan bila sesuatu perkara
dianggap khusus.Di balai Kerta Gosa terdapat 5 buah patung, 3
buah adlaah buatan pemahat cina dan 2 buah lagi adalah buatan
pematung setempat yang bernama Pedanda Gede Kreta.
Yang menjadi daya tarik dari balai Kerta Gosa ini adalah di langit-langit
bangunan terdapat lukisan-lukisan wayang yang memiliki cerita
tentang kehidupan sehari-hari, karma phala, ramalan gempa dan
filsafat hidup. Di samping balai Kerta Gosa terdapat banguan yang
dikelilingi oleh kolam bernama Taman Gili.
|