Denpasar adalah ibu kota Propinsi Bali sejak 1960, dahulu adalah
ibukota kerajaan Badung yang mengontrol wilayah bagian selatan
Pulau Bali dari akhir abad ke-18 sampai ditaklukan oleh Belanda
pada tahun 1906. Wilayahnya meliputi wilayah Kabupaten
Badung, tetapi setelah terbentuk kota madya (sekarang menjadi
kota) wilayahnya tinggal setengahnya
Denpasar adalah tempat kantor Gubernur Bali beserta semua kantor-kantor,
baik swasta maupun kantor-kantor pemerintahan. Kantor-kantor ini
dipusatkan di kawasan Renon yang sering disebut kawasan civic
center.
Kata Denpasar berarti “di utara pasar”, adalah sebuah
kota yang perkembangannya cukup pesat, terutama semenjak industri
pariwisata sekitar tahu 1960-an. Sekarang Denpasar berpenduduk
cukup padat, kurang lebih 600.000 jiwa. Sebelumperkembangan kota
Denpasar pesat seperti sekarang ini, dahulu Jalan Gajah Mada adalah
jalan utama di kota ini merupakan pusat pembelanjaan.
Di ujung jalan ini, tepatnya di tengah simpang empat dibangun
sebuah patung. Patung ini diberi nama Catur Muka karena memiliki
4 muka yang mengawasi empat arah mata angin. Patung ini juga pusat
titik nol dari perhitungan jarak yang dibuat pada tahun 1972 untuk
memperingati Puputan Badung yang terjadi pada tanggal 20 September
1906.Di sebelah tenggara dari patung ini adalah Lapangan Puputan
Badung dimana raja Badung dengan rakyatnya berperang sampai titik
darah penghabisan melawan penjajah Belanda. Di sebelah utara lapangan
Puputan badung berdiri kantor Jaya Sabha yaitu kantor dimana Gubernur
Bali menerima tamu-tamu penting.
Di sebelah timur Lapangan Puputan Badung dibangun sebuah pura
pada tahun 1968 yaitu Pura Jagatnatha. Terutama setiap bulan purnama
umat Hindu di Denpasar datang untuk melakukan persembahyangan.
Di sebelah selatan Pura terdapat Museum
Bali yang dibangun pada tahun 1931 oleh arsitek Curt Grundler.
Arsitekturnya adalah perpaduan arsitektur pura dan istana kerajaan.