rent car / sewa mobil bali harga sewa murah di Bali? Surga Bali Tour and Car Rental solusi trasnportasi terbaik, melayani sewa mobil city car seperti Suzuki Karimun, Karimun Estilo, Suzuki Splash Toyota New Avanza, Suzuki APV, Toyota Innova, Toyota Kijang LGX, Toyota Fortuner, Toyota Camry, Toyota Alphard, mobil bus sebesar Isuzu ELF dan bus harga murah untuk keperluan tour, conference, meeting, launching, wedding. Surga Bali Tour and Car Rental, jasa sewa mobil / transportasi terbaik di Bali.
Bali Paket Tour
Tidak cukup untuk mengenal, tahu dan akhirnya jatuh cinta dengan Pulau Bali berikut budaya, tradisi dan keramah tamahan penduduknya hanya tinggal di dalam hotel saja. Kami menawarkan porgram tour di Bali, yang memberikan dan menunjukkan kehidupan sehari-hari masyarakat Bali secara real, langsung berinteraksi dengan masyarakat apa aktivitasnya sehari-hari mereka. Silahkan pilih program kami sesuai budget Anda
Silahkan simak informasi seputar Pulau Bali dalam beberapa artikel, Anda akan mengenal Bali lebih dekat, akan jatuh cinta sama Pulau Bali dan akhirnya mari kita sama-sama menjaga Bali biar tetap aman damai dan tetap menjadi pilihan sebagai tempat untuk berlibur. Tentunya mengharapkan kunjungan liburan Anda ke Bali, pulau yang kami cintai.
Dapatkan bingkisan oleh-oleh khas Bali setiap sewa mobil charter di Surga
Bali.Biz periode bulan Puasa minimum 4 hari. Sewa Mobil (Suzuki APV / Avanza New) 10 jam hanya Rp.400.000 sudah termasuk pengemudi pariwisata dan
BBM.
Sewa Isuzu ELF microbus murah Bali hanya Rp.600.000 per 10 jam. Mobil Isuzu ELF baru produksi tahun 2011 . Kapasitas penumpang max 12 orang. Harga sewa mobil sudah termasuk BBM dan sopir pariwisata.
Sewa mobil Karimun Estilo murah di Bali dengan harga promo Rp.250.000 / 10 jam.
Harga sewa mobil sudah termasuk mobil + driver tanpa BBM, buruan pesan
Bali mobil rent car termurah Suzuki Karimun + Driver hanya Rp.230.000 / 10 jam. Liburan hemat di Bali dengan sewa mobil murah di Surga Bali Tour.
Harga promo sewa mobil ini memang jujur dan
murah, dikemudikan oleh pengemudi pariwisata/guide. Hubungi Hotline : 0361 9191543 SMS: 0852 3703 1956
Bija
Bila kita memperhatikan umat Hindu yang selesai sembahyang, di dahinya ditempelkan beras baik berwarna kuning maupun putih yang disebut wija. Banyak wisatawan yang bertanya-tanya apa makna dari bija ini. Surga Bali Tour dapat menjelaskan makna dibalik wija ini :
Tuhan telah memberkati kemakmuran berupa benih kehidupan dalam bentuk bhoga (makanan).
Tuhan telah memberikan anugerah kepandaian, kebijaksanaan dan kecemerlangan sehingga kita memiliki insting yang mampu membedakan dan memilih mana yang baik dan yang buruk.
Mawija atau mabija dilakukan setelah usai dipercikan thirta, yang merupakan rangkaian terakhir dan suatu upacara persembahyangan. Wija atau bija adalah biji beras yang dicuci dengan air bersih atau air cendana. Kadangkala juga dicampur kunyit (Curcuma Domestica VAL) sehingga berwarna kuning, maka disebutlah bija kuning. Bila dapat supaya diusahakan beras galih yaitu beras yang utuh, tidak patah (aksata).
Wija atau bija adalah lambang Kumara, yaitu putra atau wija Bhatara Siwa. Pada hakekatnya yang dimaksud dengan Kumara adalah benih ke-Siwa-an yang bersemayam dalam diri setiap orang. Mawija mengandung makna menumbuh- kembangkan benih ke-Siwa-an itu dalam diri orang. Benih itu akan bisa tumbuh dan berkembang apabila ladangnya bersih dan suci, maka itu mewija dilakukan setelah mathirta.
Dalam diri manusia terdapat sifat kedewataan dan sifat keraksasaan yang disebut Daivi-sampat dan Asuri-sampat. Menumbuh- kembangkan benih ke-Siwa-an berarti menumbuhkembangkan sifat kedewataan tersebut agar dapat mengatasi sifat keraksasaan. Kedua sifat itu bersemayam dalam pikiran dan lubuk hati manusia. Untuk tumbuh dan berkembangnya sifat kedewataan atau benih ke-Siwa-an itu dalam pikiran dari hati manusia maka tempat memuja itu yang terpenting di dua tempat, yaitu: pada pikiran dari hati itu sendiri, masing-masing dengan cara menempelkan di tengah-tengah kedua kening dan dengan menelannya. Patut pula diingat bahwa wija di samping sebagai lambang Kumara, juga sebagai sarana persembahan
Agaknya perlu juga dikemukakan di sini bahwa wija/bija tidak sama dengan bhasma. Kadangkala antara wija/bija dan bhasma itu pengertiannya rancu. Wija tersebut dari beras sedangkan bhasma terbuat dari serbuk cendana yang sangat halus. Serbuk ini diperoleh dengan menggosok-gosokkan kayu cendana yang dibubuhi air di atas sebuah periuk atau dulang dari tanah liat. Kemudian hasil gosokan (asaban) itu diendapkan. Inilah bahan bhasma. Kata bhasma sendiri secara harfiah berarti abu atau serbuk. Kata "bhas" dalam kata bhasma tidak sama dengan kata baas dalam bahasa Bali yang berarti beras. Karena kata Bhasma adalah kata dalam bahasa Sansekerta. Pemakaiannyapun berbeda. Kalau wija umumnya dipakai oleh orang yang masih berstatus walaka, sedangkan bhasma hanya dipakai oleh Sulinggih yang berstatus sebagai anak lingsir. Kata wija berdekatan artinya dengan kata Walaka dan Kumara yang berarti biji benih atau putera.
Bhasma dalam hal ini adalah lambang Sunya atau Siwa. Dengan pemakaian bhasma itu Sulinggih bersangkutan menjadikan dirinya Siwa (Siwa Bhasma), disamping sebagai sarana untuk menyucikan dirinya (Bhasma sesa).