|
||||||||||||||||||||
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Terbentuknya Puri Sebagai Pusat Kekuasaan Di Bali Untuk dapat memahami istana (puri), orang Bali, masyarakat dan sistem politiknya pada jaman moderen, perlu terlebih dahulu melihat evolusi dari puri-puri di Bali. Meskipun masyarakat Bali percaya bahwa kebudayaan modern mereka berasal dari Jawa Timur selama periode dinasti Majapahit, bukan berarti tidak ada kebudayaan lain di Bali sebelum datangnya Majapahit. Kelompok Bali Aga (yang menyatakan bahwa mereka merupakan keturunan dari penduduk Bali asli) percaya bahwa mereka tidak pernah dikontrol secara langsung oleh istana (puri) yang didasari oleh model Majapahit. Kelompok mereka bahkan menolak kekuasaan yang dipegang oleh raja dan untuk memperkuat posisi ini bahkan menolak mengakui sistem kasta (Fredrik Barth, 1993:222-228).
Dari Babad Dalem kita juga mengetahui bahwa raja Majapahit memberikan sejumlah lambang (simbol) kesetiaan untuk menghiasi puri sebagaimana halnya sebilah keris I Gaja-Dungkul dan sejumlah pakaian kebesaran kerajaan yang memberikan konsep kebudayaan yang memadukan kebudayaan Jawa dengan Bali, dan tanda-tanda kebesaran itu berfungsi sebagai symbol atau lambang kekuasaan yang sah. Namun demikian, Kresna Kepakisan menghadapi pemberontakan-pemberontakan dari desa-desa yang tidak mengakui status dari istana (puri). Tercatat desa-desa yang pernah melakukan perlawanan terhadap hegemoni Majapahit pada jaman Kresna Kepakisan antara lain : Batur, Songan, Culik, Cempaga, Kedisan, Abang, Pinggang, Munti, Tludu, Cintamani, Serahi, Manik Liuk, dan lain-lain. Untuk memecahkan persoalan ini, Gajah Mada memberikan nasehat kepada Kresna Kepakisan, serta simbul-simbul kekuasaan dalam bentuk pakaian kebesaran. Pada akhir abad ke-17 suatu pemberontakan serius pecah di kerajaan Gelgel dan dalam tahun 1686-1687 istana yang utama pindah ke Klungkung. Pada waktu itu struktur kerajaan Gelgel merupakan struktur negara kesatuan yang terdesentralisasi, sedangkan struktur politik kerajaan Klungkung lebih mendekati federasi. Nama Badung menjadi terkenal dalam sejarah Bali pada waktu itu, ketika Jambepule, Bangsawan Badung ikut pertempuran untuk menyerang penguasa di Gelgel. Pada waktu itu diduga Badung hanyalah desa kecil sebab Gelgel di percaya telah menjadi satu-satunya kerajaan di Bali. Kerajaan-kerajaan besar lainnya muncul seperti Karangasem, Buleleng, Mengwi, yang menyebarkan kekuasaannya di daerahnya masing-masing. Pada tahun 1700 Badung telah menjadi bagian dari kerajaan Mengwi. Raja-raja itu dikatakan tetap mengakui raja-raja tertinggi di Klungkung yang di anggap sebagai pimpinan religius atau sebagai keturunan raja-raja Majapahit.
|
|
|||||||||||||||||||||||||||||||
![]() Untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi kami via email : infobali@surgabali.biz Phone : (0361) 9191543, 726135 Fax : (62) 361 726135 Layanan SMS: 0852 3703 1956 Cofyright : Surga Bali Tour links: bali rent car, car rental bali, bali car holiday, sewa mobil bali, bali water sports, rent car bali bali rent car bali sewa mobil kerajinan bali mobil sewa bali adventure bali tour rent cars murah bali mobil rental bali murah bali tour guide rent car bali bali airport service bali wonders tour water sport bali mobil charter bali river rafting |
||||||||||||||||||