|
Kabupaten
Karangasem dengan Ibukotanya Amplapura merupakan salah satu dari
9 Kabupaten/Kota terletak di ujung Timur Bali. Kantor Wilayahnya
berbukit dengan luas wilayah 839,54 Km2 terdiri dari 8 Kecamatan;
Karangasem, Manggis, Selat Rendang, Sidemen, Abang dan Kubu terbagi
dalam a Dians dan 369.320 jiwa penduduk, beriklim tropis dengan
panaorama alam eksotis. Keunikannya yang khas kerap dijuluki “
Mutiara dari Timur” dengan prediksi dapat menjadi mesin baru
pertumbuhan lain Bali khususnya dibidang Kepariwisataan, Industri
kecil, potensi lahan kering, tambang emas hitam serta khasanah seni
arkeologi, serta keberadaan Desa tua Baliaga Tenganan
kini diburu wisatawan domestik dan mancanegara. Akses transportasi
yang relatif dekat dengan Ibukota Provinsi serta cukup lancar dapat
ditembus langsung dari Bandara Ngurah Rai ke Denpasar
Timur, serta pintu masuk lewat Pelabuhan Padang Bay.
Anyaman Bambu : berkembang
di Karangasem banyak dipergunakan untuk keperluan sehari-hari. Namun
kini berkembang menjadi konsumsi seni interior seperti tempat buah,
bokor, lampu dinding, tong sampah, dll yang banyak terserap untuk
kepentingan hotel dan restaurant.
Sentra kerajinan ini berkembang di Desa Tista, Tiing Tali, Sinduwati,
Pempatan, Selat, Budakelling dan Bebandem berjumlah sekiar 616 unit,
menyerap 665 tenaga kerja. Tercatat kapasitas produksi pertahun
mencapai 57.907 buah dengan nilai Rp. 752.800.000,- dengan tujuan
pemasaran eksport dan lokal seperti Kabupaten Gianyar.
Anyaman Lontar : berkembang awalnya
hanya merupakan alat penutup “ Bebanten” disebut ‘Saab
Gore’ di culik abang. Seiring perkembangan Pariwisata, anyaman
ini berkembang sesuai permintaan seperti tas, kotak perhiasaan,
tempat tissue dsb. Sampai saat ini ada sekitar 195 unit usaha dengan
tenaga kerja 48 orang, kapasitas peroduksi per tahun 73.125 buah
dengan nilai Rp. 292.500.000 dengan pangsa pasar regional seperti
Kabupaten Gianyar dan Badung, disamping ada juga yang dieksport.
Kerajinan Anyaman Ata ini dikenal
pertama kali di Dusun Gumung, Tenganan Manggis dalam bentuk prisai
untuk tradisi ‘Megeret Pandan’ atraksi sakral yang digelar
setahun sekali terkait prosesi Upacara Aci Sambah. Berkembang terus
menjadi bentuk lain seperti tas, kotak, bokor, gentong, tempat tissue
dan sebagainya yang digemari wisatawan. Hingga kini jenis anyaman
ini banyak berkembang menjadi tumpuan penghidupan warga seperti
Bungaya, Bebandem, Seraya dan Tempat lain. Tercatat tidak kurang
sekitar 3.937 unit usaha menyerap sekitar 5.637 tenaga kerja dengan
kapasitas produksi mencapai 165.660 buah bernilai sekitar Rp. 8.283.000,-.
Tenun Geringsing : merupakan Produk
karya seni tenun tradisional terkenal hingga ke manca negara karena
hanya ada di desa Tenganan Pegringsingan. Menurut mitos, warna pemerah
kain ini di buat dari darah manusia, namun yang ada hingga kini
terbuat dari buah kemiri. Produk geringsing ini di warisi warga
Tenganan selain untuk kepentingan upacara, juga diminati wisatawan
dengan harga cukup mahal bahkan ratusan juta rupiah. Aneka macam
motif geringsing dibuat khas Desa Tenganan.
Kerajinan Kayu : kemampuan membuat
karya seni berupa patung kayu berkembang pesat di Karangasem hampir
merata diseluruh Karangasem semacam produk : meja, kursi, kusen,
jendela, bentuk “Pop Art” lainnya seperti patung kucing,
bunga tulip, patung primitif dengan bahan baku kayu albesia. Berkembang
di Rendang, Muncan, nyuh Tebel, tianyar dan sebagainya. Sentra unit
jenis ini tidak kurang 272 unit menyerap 1.100 tenaga kerja produksi
pertahun 37.842 bernilai mencapai Rp 1.234.500.000,-
Anyaman Pandan : merupakan jenis
anyaman ramah lingkungan memanfaatkan potensi lokal pohon pandan
ini bahkan kini berkembang mampu menembus pangsa pasar ekspor disamping
lokal. Produksi anyaman ini di desain dalam bentuk karya artistik
tas, tempat tissue, map, dompet, sandal, alas gelas dengan sentral
utama di desa Tumbu Kecamatan Karangasem. Tercatat jumlah unit usaha
anyaman ini 451 menyerap 480 orang tenaga kerja dengan kapasitas
produksi 105.000 buah bernilai sekitar Rp 525.000,-
Sibetan adalah pusat komoditi salak
(skin snak fruit) yang kini menjadi lokal wisata agro didukung pemandangan
indah di puncak Dukuh Moding. Di sini juga bisa disaksikan budidaya
salak tradisional sekaligus bisa menikmati produksi salak dan membawa
pulang sebagai souvenir.
|